Selasa, 25 Juli 2017

Bahan Bakar Boiler



Bahan Bakar Boiler_ Berbicara tentang bahan bakar, maka kita akan terarahkan pada beberapa jenis bahan bakar beserta hal hal yang berkaitan dengan itu, seperti contohnya sumber bahan bakar, kegunaan bahan bakar, bentuk/wujud, biaya, efisiensi, polusi dan kalori.
Jenis-jenis bahan bakar boiler dapat kita bedakan menjadi 3 jenis, yaitu:
1.
Bahan Bakar Padat ( Solid Fuel )
Bahan bakar padat yang biasa digunakan untuk sumber energi boiler diantaranya adalah:

a.
Batu Bara ( Coal )
Batu bara merupakan salah satu bahan bakar fosil. Batu bara terbentuk dari endapan organik, utamanya adalah sisa-sisa tumbuhan dan terbentuk melalui proses pembatubaraan. lebih dari 50% -70% berat volumenya merupakan bahan organik yang merupakan material karbonan termasukinherent moisture. Bahan organik utamanya yaitu tumbuhan yang dapat berupa jejak kulit pohon, daun, akar, struktur kayu, spora, polen, damar, dan lain-lain. Unsur-unsur utamanya terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen. Saat ini, batubara menjadi sumber bahan bakar utama untuk pembangkit tenaga listrik, sekaligus menjadi penyumbang emisi karbon dioksida. Karbon dioksida adalah gas rumah kaca yang jika terkumpul di atmosfer dapat menaikkan suhu bumi sekaligus perubahan iklim.

Potensi sumber daya batu bara di Indonesia sangat melimpah, terutama di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera, sedangkan di daerah lainnya dapat dijumpai batu bara walaupun dalam jumlah kecil dan belum dapat ditentukan keekonomisannya, seperti di Jawa Barat, Jawa Tengah, Papua, dan Sulawesi. Sedangkan untung jangkauan dunia, lima negara dengan cadangan batubara terbesar adalah Amerika Serikat, Rusia, China, India, dan Australia. Sedang Indonesia menduduki peringkat 15 dengan kira-kira 0.5% cadangan dunia. Namun sebagai eksportir batubara, Indonesia menduduki peringkat kedua setelah Australia.
Nilai kalori yang dihasilkan dari pembakaran batu bara bisa mencapai 7500 kcal/kg.


b.
Cangkang Kelapa Sawit
Kelapa sawit (Elleis Guinensis) merupakan salah satu sumber minyak nabati yang penting di Indonesia. Kelapa sawit mengandung kurang lebih 80 % pericarp dan 20 % yang dilapisi dengan cangkang sawit. Cangkang kelapa sawit merupakan bahan bakar alami pemanfaatan dari limbah buangan industri minyak sawit. Cangkang sangat bagus untuk bahan bakar, karena bagian batok kelapa (endocarp) yang sangat keras sehingga cukup awet dan lama untuk menghasilkan api. Walaupun sebagian banyak cangkang kelapa sawit ini berupa batok kelapanya, bagian daging buah (mesocarp) yang mengandung serabut luar pun ikut terbuang dan tentu saja masih ada beberapa butiran sawit afkir/ukuran tidak sempurna yang masih terdapat biji inti (kernel) di dalamnya yang tidak terolah pada proses produksi minyak dan masih mengandung mimyak. Sehingga kandungan minyak yang tersisa pun akan menjadi nilai tambah bagi bahan bakar cangkang ini. Nilai kalori yang dihasilkan bari cangkang sawit ini sekitar 6800 kcal/kg. Penggunaan cangkang sawit sebagai pengganti solar atau batubara merupakan salah satu langkah tepat untuk efisiensi, karena dapat menghemat dan menekan biaya per bulannya. Jadi, jika diakumulasikan dalam satu tahun dapat menghemat biaya lebih besar lagi.
Cangkang kelapa sawit merupakan terobosan energi alternatif baru. Selain digunakan untuk bahan bakar boiler, cangkang sawit juga digunakan untuk campuran pakan ternak, bahan pengeras jalan dan pengganti aspal, sebagai bahan baku arang/charcoal, bahkan di Jepang sudah menjadi bahan pembuat chasing Handphone.

c.
Kayu ( Wood )
Kayu bisa juga di pakai untuk bahan bakar boiler. Kayu memiliki nilai kalori bergantung dari kandungan air di dalamnya dan tergantung dari jenis kayu/spesies kayu itu sendiri. Bahan bakar kayu sangat melimpah di Indonesia. Kayu yang telah dikeringkan dan siap digunakan akan memiliki kadar air antara 20 hingga 25 persen. Pengukuran nilai kalor dari kayu bakar umumnya menggunakan nilai kalor kayu kering oven dikurangi kalor uap sesuai kadar air kayu kering siap pakai. Nilai kalor dari kayu bakar akan bervariasi tergantung pada spesies pohonnya.
Contoh hasil pengujian karakteristik kayu yang meliputi nilai kalor, kadar air, dan densitas adalah sebagai berikut : Besarnya kadar air yang terkandung pada kayu sono adalah 13,12 %, kayu mahoni 13,37 %, kayu jati 14,44 %, kayu nangka 14,8 %, dan kayu waru 14,5 %. Besarnya nilai densitas yang dimiliki oleh tiap kayu yaitu pada kayu sono 1,289 x 103 kg/m3, kayu mahoni 1,022 x 103, kayu jati 0,995 x 103 kg/m3, kayu nangka 0,964 x 103 kg/m3, dan kayu waru 0,824 x 103 kg/m3. Dan besarnya nilai kalor untuk kayu sono 549,859 kal/gr, kayu mahoni 579,656 kal/gr, kayu jati 596,251 kal/gr, kayu
nangka 605,576 kal/gr, dan kayu waru 758,390 kal/gr.
2.
Bahan Bakar Cair ( Liquid Fuel )
Beberapa jenis bahan bakar liquid/cair untuk boiler biasanya adalah:

a.
Residu
Residu merupakan bahan bakar hasil pengolahan dan pemisahaan binyak bumi dan residu ini ada di lapisan paling rendah di antara bahan bakar hasil pengolahan minyak bumi lainnya.

b.
RCO ( Rubber Compound Oil )
RCO adalah bahan bakar yang dihasilkan dari proses pengolahan ban bekas (limbah ban kendaraan) dan didapatkan minyak hasil penyulingan setelah limbah ban tersebut di panaskan dalam suhu tinggi. Berdasarkan hasil pengukuran nilai kalori, RCO memiliki nilai kalori cukup tinggi, yakni sekitar 12.000 Kcal/kg dan nilai heatpoint yang cukup baik sehingga tidak memerlukan pemanas sebelum bahan bakar RCO ditransfer ke burner engine.

c.
MFO ( Marine Fuel Oil )
MFO adalah bahan bakar residu, namun dikarenakan biasa dipakai untuk bahan bakar boiler di dalam kapal laut seperti tanker, maka istilah residu untuk bahan bakar ini di namai dengan istilah marine comfound oil.

d.
Solar
Solar dugunakan sebagai bahan bakar boiler, harga solar untuk industri cenderung mahal dibandingkan dengan harga solar untuk kendaraan. Namun nilai kalori yang dihasilkan lebih tinggi untuk pembakaran, lebih tinggi dibandingkan gas maupun batu bara.
3.
Bahan Bakar Gas
Gas adalah bahan bakar yang sangat bersih, karena ketika dijadikan bahan bakar, tidak ada sisa pembakaran ataupun polusi udara yang dapat mencemari lingkungan. Maka dari itu, penggunaan bahan bakar gas sangat direkomendasikan agar kebersihan lingkungan tetap terjaga. Jenis bahan bakar gas yang biasa di gunakan untuk boiler diantaranya adalah :

a.
LPG ( Liquid Petrolium Gas )
LPG adalah salah satu bahan bakar yang berbentuk gas, namun ketika dipadatkan dalam sebuah tabung maka gas akan berubah menjadi bentuk cairan. Seperti contoh gas tabung LPG yang biasa kita pakai untuk kebutuhan dapur, jika digoyangkan akan akan terdengar suara air koclak. Padahal ketika tutup tabung dibuka maka yang keluar hanya angin gas dengan tekanan cukup tinggi. Begitupula contoh yang bisa kita lihat pada korek api gas/matches. Nilai kalori bahan bahar LPG sekitar 12.000 Kcal/kg

b.
Natural Gas ( NG )
Natural gas adalah gas alami yang bersumber langsung dari alam setelah melaui proses di perusahaan gas negara (PGN). Natural gas memiliki gas buang yang relatif lebih bersih dibandingkan bahanbakar yang lainnya, maka dari itu tidak akan nampak kotoran yang keluar seperti jelaga dan asap hitam lainnya yang keluar dari cerobong asap boiler yang berbahan bakar Natural Gas.

Diberbagai kawasan industri di Indonesia, pihak perusahaan Gas Negara/PGN menginstal Line Gas (Pipa gas) menuju kawasan industri tersebut untuk mempermudah penggunaan Natural gas dari pipa sumber PGN. Jika kawasan ataupun pabrik tertentu yang tidak dilewati pipa PGN, maka alternatif lainnya adalah dengan menggunakan CNG (compress natural gas), yakni gas yang telah ditampung kedalam tabung. Kawasan industri yang dilewati Line Natural Gas dari PGN diantaranya adlah seperti daerah kawasan industri KIIC (karawang), Jatake (Tangerang), JIEP (Pulo Gadung), Jababeka (Bekasi), dan masih sangat banyak lagi jika disebutkan satu persatu. selain untuk industri, Natural gas juga dipergunakan untuk kebutuhan di rumah-rumah mewah seperti Real Estate.

c.
Compressed Natural Gas ( CNG )
CNG adalah gas alami atau natural gas yang disimpan dan dipadatkan dalam sebuah tabung gas dengan ukuran tekanan sekitar 200-250 bar. Bentuk tabung gas didesain sedemikian rupa sehingga kemungkinan untuk dapat menahan tekanan gas dari dalam yang sangat tinggi. CNG disediakan dikarenakan banyaknya pengguna / perusahaan-perusahaan yang membutuhkan natural gas namun lokasinya tidak/belum dilalui oleh pipa PGN (Pipa Gas Negara). Compres natural gas ini bersifat fortable, artinya tabung CNG bisa dibawa ketempat manapun sesuai lokasi pengguna dengan menggunakan truk pembawa. Nilai kalori untuk CNG sama saja dengan NG sekitar 11.000 Kcal/m3.

Perusahaan kami cukup flexible dan profesional dalam pembuatan dan pemasangan instalasi boiler. Kami siap untuk bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan atau personal yang membutuhkan boiler di seluruh Indonesia. Kami siap memberikan yag terbaik untuk kebutuhan boiler anda.
CV. DUTA RIMBA TEHNIK
DUTA RIMBA TEKNIK Updated at: 21.41.00

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indahnya berbagi. Salam sukses selalu. DUTA RIMBA TEKNIK